Megasuara.com – Jakarta, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti membuka fakta menarik mengenai latar belakang pendidikan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI). Menurutnya, banyak wakil rakyat yang merupakan lulusan Paket C, jalur pendidikan nonformal setara Sekolah Menengah Atas (SMA) yang diselenggarakan lewat Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Pernyataan tersebut disampaikan Mu’ti saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (21/1). Ia menekankan pentingnya pengakuan terhadap jalur pendidikan kesetaraan sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional yang sah.
Menurut Mu’ti, program pendidikan kesetaraan yang mencakup Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA) melalui PKBM merupakan alternatif bagi masyarakat yang tidak bisa mengakses pendidikan formal karena berbagai kendala, seperti keterbatasan geografis, budaya, atau ekonomi. Ia juga menceritakan kunjungannya ke salah satu PKBM di Majalengka, Jawa Barat, yang mampu menampung lebih dari 300 peserta didik, mayoritas mengikuti jalur Paket C. Hal ini menunjukkan minat masyarakat terhadap jalur pendidikan nonformal terus meningkat.
Selain sebagai jalur pendidikan alternatif, keberadaan pendidikan kesetaraan dinilai penting dalam menekan angka putus sekolah yang masih menjadi tantangan di Indonesia. Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperluas dan memperkuat layanan PKBM, termasuk kesiapan membuka kembali program di luar negeri untuk anak Indonesia yang tinggal di luar negeri. Pernyataan Menteri ini juga memicu diskusi di berbagai kalangan tentang pentingnya pengakuan kualitas pendidikan nonformal serta bagaimana jalur tersebut berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.




