KPK Dalami Kemungkinan Keterlibatan Anggota Komisi V DPR RI dalam Kasus Korupsi DJKA - Megasuara.com
Hukum  

KPK Dalami Kemungkinan Keterlibatan Anggota Komisi V DPR RI dalam Kasus Korupsi DJKA

saksi bea cukai menghadap kpk

Megasuara.com – Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan memperluas penyelidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan dengan menelusuri kemungkinan keterlibatan anggota Komisi V DPR RI periode 2019–2024 selain Sudewo. Pernyataan itu disampaikan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangan pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Menurut Budi, penetapan Sudewo sebagai tersangka pada 20 Januari 2026 menjadi salah satu pintu masuk bagi penyidik untuk melihat apakah ada anggota legislatif lain yang ikut menerima aliran dana dari proyek-proyek DJKA. Namun, hingga kini, penyidik masih fokus pada pemeriksaan Sudewo dan masih menunggu bukti lain yang dapat menguatkan adanya keterlibatan pihak lain.

“Penyidikan terhadap Sudewo akan terus dilanjutkan. Sementara itu, kami juga akan mendalami apakah ada peran atau aliran dana kepada anggota Komisi V lainnya,” ujar Budi.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK pada 11 April 2023 di salah satu Balai Teknik Perkeretaapian. Dalam pengembangan kasus tersebut, KPK sudah menetapkan puluhan tersangka termasuk pejabat DJKA dan pihak swasta, serta menyita barang bukti uang tunai sebesar miliaran rupiah. Namun, bagaimana peran anggota DPR dalam perkara ini masih menjadi fokus penyelidikan lanjutan.

KPK juga terus memanggil saksi-saksi terkait dan mengumpulkan bukti tambahan untuk memastikan apakah ada praktik yang melibatkan legislator lain selain Sudewo dalam proyek jalur kereta api yang diduga diatur sedemikian rupa sejak proses tender hingga pelaksanaannya.

Kasus DJKA yang ditangani KPK menarik perhatian publik lantaran melibatkan proyek infrastruktur strategis di berbagai wilayah, dan kini lembaga antirasuah berupaya mengungkap jaringan keterlibatan lebih luas yang menimpa pejabat dan politisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *