Pengamat kesehatan menilai keputusan pemerintah mempertahankan ASI eksklusif sebagai prioritas merupakan langkah yang tepat. Banyak penelitian menunjukkan ASI memiliki kandungan nutrisi dan antibodi penting yang sulit digantikan produk lain. ASI juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh bayi pada masa awal pertumbuhan. Karena itu, pemerintah memilih memperkuat edukasi menyusui dibanding memperluas penggunaan susu formula pada program MBG.
Selain fokus pada bayi, program MBG juga memberi perhatian besar terhadap anak sekolah dan ibu hamil. Pemerintah ingin memastikan kelompok tersebut mendapatkan asupan gizi yang cukup setiap hari. Program ini juga membuka peluang kerja baru melalui penyediaan dapur umum, distribusi makanan, hingga pengawasan kualitas pangan di berbagai daerah. Kehadiran program MBG diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.
BGN menegaskan bahwa seluruh kebijakan program MBG akan terus mengikuti rekomendasi tenaga kesehatan dan standar gizi nasional. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi mengenai susu formula dalam program tersebut. Edukasi mengenai ASI eksklusif akan terus diperkuat agar masyarakat memahami pentingnya nutrisi alami bagi bayi pada masa awal kehidupan. Dengan langkah itu, pemerintah berharap program MBG dapat berjalan efektif sekaligus mendukung lahirnya generasi Indonesia yang lebih sehat dan kuat.




