Megasuara.com – Jakarta, Sejumlah tokoh dari organisasi masyarakat Islam datang ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa siang. Mereka dijadwalkan bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto untuk berdiskusi tentang peran Indonesia dan sikap diplomasi di isu perdamaian internasional, khususnya terkait Board of Peace (BoP).
Pertemuan itu dimulai sekitar pukul 13.00 WIB di kompleks Istana. Deretan tokoh agama berjalan memasuki gerbang istana dengan tertib. Hadir dalam rombongan adalah Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf, yang juga menjabat sebagai pejabat negara. Selain itu, Ketua Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa juga tampak memberi salam kepada awak media.
Disamping mereka, tokoh Muslim keturunan Tionghoa, Babah Alun, turut serta hadir dalam dialog. Kehadiran tokoh lintas ormas Islam ini menunjukkan upaya kesatuan suara terhadap isu Palestina dan permintaan penjelasan pemerintah mengenai posisi Indonesia di komunitas internasional terkait perdamaian global.
Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua MUI, Cholil Nafis, menyampaikan harapannya agar Indonesia mengambil langkah jelas dalam diplomasi kemanusiaan. Ia menekankan bahwa setiap kebijakan luar negeri Indonesia mesti berpihak pada prinsip kemanusiaan dan keadilan. Pernyataan itu disampaikan saat hendak memasuki ruang pertemuan dengan Presiden.
Sementara itu, Sekjen MUI, Amirsyah Tambunan, menegaskan dukungan penuh bagi usaha perdamaian yang berlandaskan hukum internasional. Ia juga berharap pemerintah dapat menyuarakan pendiriannya secara tegas dalam forum internasional agar suara bangsa terdengar kuat.
Pertemuan di Istana kali ini merupakan kesempatan pertama sejak undangan resmi disampaikan oleh Presiden Prabowo kepada sejumlah pimpinan ormas Islam di Indonesia. Menurut pernyataan sekretaris kabinet, total undangan mencapai hampir 40–50 tokoh dari berbagai organisasi keagamaan dan pondok pesantren yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Presiden Prabowo akan mendengar semua masukan yang disampaikan para tokoh masyarakat ini sebelum pemerintah mengambil keputusan resmi terkait keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace yang dibentuk oleh Amerika Serikat. Diskusi diharapkan dapat memberi pencerahan bagi publik soal arah kebijakan luar negeri Indonesia di tengah dinamika geopolitik global.
Para peserta acara tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab yang berlangsung di ruang rapat utama Istana. Mereka menunjukkan komitmen untuk terus berdialog dengan pemerintah atas dasar saling menghormati dan aspiratif demi kepentingan bangsa dan umat.





