Megasuara.com – Jakarta, Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menyatakan ia tidak terkejut dengan kasus dugaan narkoba yang menjerat eks Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro. Mahfud menilai peristiwa itu menunjukkan pola bermasalah dalam institusi kepolisian yang sudah muncul sebelumnya dalam kasus serupa.
Mahfud mengatakan keterlibatan anggota dan bahkan perwira di tubuh Polri dalam kasus narkoba bukanlah fenomena baru. Ia mengingatkan publik akan sejumlah peristiwa lama yang menimpa pejabat tinggi dan mengundang sorotan publik. Pernyataan ini disampaikan Mahfud saat sesi wawancara di kanal YouTube pribadinya.
Menurut Mahfud, publik perlu menyadari tantangan internal yang dihadapi institusi penegak hukum. Ia mengungkapkan kasus itu memperlihatkan pentingnya pemberantasan narkoba dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Mahfud menegaskan tindakan aparat yang melanggar hukum harus ditindak tegas tanpa pandang jabatan.
“Aturan harus berlaku adil bagi semua pihak,” ujar Mahfud ketika membahas kasus yang menyeret mantan Kapolres Bima Kota. Pernyataannya ini memperkuat komitmen terhadap pemberantasan penyalahgunaan narkotika di tubuh penegak hukum.
Kasus yang menimpa AKBP Didik mencuat setelah pengembangan kasus narkoba melibatkan Kasat Narkoba Polres Bima Kota, AKP Malaungi. Ia ditangkap terkait peredaran sabu dan kemudian menjadi pintu masuk aparat memeriksa pejabat lain di lingkungan yang sama.
Penegak hukum Polri mencatat temuan barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat puluhan gram, ekstasi, serta obat keras lain yang ditemukan dalam penggeledahan di rumah dinas seorang anggota polwan. Temuan ini kemudian menarik perhatian penyidik pusat.
Mahfud juga menyinggung contoh kasus terdahulu yang melibatkan mantan Kapolda Sumatera Barat, Teddy Minahasa Putra, yang ramai diberitakan publik beberapa waktu lalu. Menurutnya, catatan kasus itu memberi pelajaran penting bagi institusi demi menjaga kepercayaan masyarakat.
Di tengah sorotan publik, berbagai pihak meminta Polri menunjukkan komitmen kuat dalam mengusut tuntas kasus ini. Mereka menegaskan penegakan hukum harus berjalan transparan dan tanpa kompromi.
Kasus tersebut kini berada dalam proses penyidikan dan pemeriksaan etik. Polri juga berjanji tidak memberi perlakuan khusus kepada anggota yang terlibat kasus hukum serius.
Berita ini berkembang seiring proses hukum yang terus berjalan, namun komentar Mahfud MD memberi gambaran bahwa tantangan integritas institusi masih menjadi isu penting dalam pemberantasan narkoba di Indonesia.
Rekomendasi untuk kamu

Megasuara.com – Jakarta, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, kembali menyuarakan gagasan inovatif terkait…

Megasuara.com – Jakarta, Pernyataan tokoh senior nasional, Jusuf Kalla, kembali memicu perhatian publik. Ia menyinggung…

Megasuara.com – Jakarta, Aktivitas vulkanik Gunung Dukono kembali meningkat signifikan pada pertengahan April 2026. Letusan…

Megasuara.com – Jakarta, Kasus penikaman terhadap seorang tokoh politik daerah kembali menarik perhatian luas dari…

Megasuara.com – Jakarta, Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi sorotan utama masyarakat Indonesia….
