Max Lane: Warisan Sejarah Picu Kemiskinan - Megasuara.com

Max Lane: Warisan Sejarah Picu Kemiskinan

Megasuara.com – Jakarta, Max Lane, menyatakan bahwa akar kemiskinan di tanah air bukan sekadar soal ekonomi atau statistik. Menurut peneliti senior ini, sumber masalah bermula dari warisan kolonialisme serta ketidaksadaran kolektif bangsa untuk memahami bagaimana sejarah panjang memengaruhi kondisi masa kini.

Lane berpendapat bahwa kemiskinan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari pengalaman panjang penjajahan Belanda. Ia melihat bahwa struktur sosial yang terbentuk selama ratusan tahun di bawah kekuasaan kolonial tetap berpengaruh hingga kini. Menurutnya, ketidaksetaraan daya saing antara kelompok sosial diturunkan secara historis, sehingga peluang untuk keluar dari jerat kemiskinan menjadi lebih sulit bagi sebagian besar masyarakat.

Dalam pandangan Lane, bangsa Indonesia perlu menyadari akar historis yang memengaruhi ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat saat ini. Kesadaran ini, kata dia, adalah kunci pertama dalam memutus rantai kemiskinan. “Kemiskinan bukan sekadar angka, melainkan juga sebuah realitas yang tercipta dari sejarah panjang penindasan dan ketidakadilan ekonomi,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa sistem ekonomi yang berlaku setelah kemerdekaan masih dipengaruhi oleh kebijakan dan struktur yang dibentuk pada masa kolonial. Ketika negara dijarah secara sistematis, bukan hanya sumber daya alam yang diambil, tetapi juga kapasitas masyarakat lokal untuk mengatur perekonomian sendiri secara mandiri. Akibatnya, kesempatan ekonomi jadi tidak merata dan ketimpangan terus berlangsung hingga kini.

Lane juga mengingatkan pentingnya pendidikan kritis dalam memahami sejarah bangsa. Ia menilai bahwa tanpa pemahaman yang kuat tentang bagaimana kemiskinan itu muncul, upaya pengentasan tidak akan berjalan efektif. “Selama kita belum memahami akar historisnya, kebijakan yang dibuat hanya akan bersifat sementara atau parsial,” tambahnya.

Pernyataan Lane sejalan dengan banyak penelitian yang menunjukkan bahwa penyebab kemiskinan tidak tunggal, melainkan kombinasi faktor struktural seperti akses pendidikan yang rendah, kesenjangan infrastruktur, dan peluang kerja yang terbatas, terutama di kawasan terpencil. Faktor-faktor ini memperburuk kondisi kelompok rentan dan memperpanjang siklus kemiskinan.

Sebelumnya, berbagai laporan resmi juga menegaskan bahwa ketimpangan ekonomi sering kali membuat sebagian kelompok masyarakat sulit keluar dari garis kemiskinan, meskipun angka nasional menunjukkan tren penurunan. Hal ini terjadi karena perbaikan indikator makro sering tak menyentuh akar masalah di tingkat lokal.

Dengan demikian, menurut Max Lane, gerakan untuk mengentaskan kemiskinan perlu dimulai dari pemahaman sejarah yang mendalam. Kesadaran ini, dipadukan dengan kebijakan yang pro-rakyat dan berorientasi pada pemerataan, dianggapnya sebagai langkah penting untuk mengatasi persoalan yang sudah berakar kuat di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *