Megasuara.com – Jakarta, Kementerian Agama (Kemenag) kembali menyelenggarakan Sidang Isbat guna menetapkan awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 pada Selasa sore ini. Agenda penting tersebut berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, dan menjadi perhatian luas masyarakat Muslim Indonesia. Penetapan ini memiliki arti strategis karena hasilnya akan menjadi pedoman resmi nasional dalam memulai ibadah puasa Ramadan secara serentak.
Rangkaian kegiatan Sidang Isbat diawali dengan seminar posisi hilal pada pukul 16.30 WIB. Sesi ini bersifat terbuka dan dapat diikuti masyarakat secara langsung. Dalam forum tersebut, para pakar memaparkan data hisab, posisi astronomis bulan, serta hasil pemantauan hilal dari berbagai wilayah. Kemenag juga menyiarkan kegiatan ini melalui kanal YouTube Bimas Islam TV dan platform media sosial resmi lainnya agar publik dapat mengakses informasi secara transparan dan akuntabel.
Memasuki pukul 18.30 WIB, sidang utama digelar secara tertutup. Para ahli falak, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, serta sejumlah instansi terkait duduk bersama Tim Hisab Rukyat Kemenag untuk membahas data yang terkumpul. Mereka menelaah hasil perhitungan hisab dan laporan rukyatul hilal dari 96 titik pemantauan yang tersebar di seluruh Indonesia. Seluruh data tersebut menjadi landasan krusial sebelum pemerintah menetapkan keputusan resmi terkait awal Ramadan.
Usai pembahasan internal selesai, pemerintah menjadwalkan pengumuman hasil Sidang Isbat pada pukul 19.05 WIB melalui konferensi pers daring. Masyarakat dapat menyaksikan secara langsung pengumuman tersebut. Keputusan yang disampaikan akan menjadi rujukan bersama agar umat Islam dapat memulai puasa dalam satu ketetapan yang sama.
Kemenag memindahkan lokasi sidang dari Auditorium Haji Mohammad Rasjidi di kantor pusat ke Hotel Borobudur untuk menyesuaikan kapasitas ruangan. Pihak Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag menyampaikan perubahan ini melalui surat resmi agar seluruh undangan dapat menghadiri sidang dengan lebih nyaman.
Sidang Isbat juga berfungsi sebagai sarana edukasi publik. Kemenag menegaskan bahwa penentuan awal bulan hijriah tidak hanya mengandalkan satu metode, melainkan mengintegrasikan pendekatan hisab dan rukyat secara ilmiah dan komprehensif. Pemerintah mengajak masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi demi menjaga persatuan dan keseragaman pelaksanaan ibadah, meskipun terdapat perbedaan metode perhitungan di sejumlah organisasi Islam.
Kini masyarakat menantikan keputusan final mengenai penetapan 1 Ramadan 1447 H yang akan diumumkan malam ini melalui konferensi pers resmi.
Rekomendasi untuk kamu

Megasuara.com – Jakarta, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menghadapi sejumlah kendala dalam pemenuhan standar…

Megasuara.com – Jakarta, Pemerintah menerima dorongan kuat untuk memperluas kebijakan efisiensi energi nasional. Masyarakat Transportasi…

Megasuara.com – Jakarta, Badan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghadirkan terobosan baru berupa pengembangan…

Megasuara.com – Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan Rabu. Tekanan datang…

Megasuara.com – Papua, Aksi kekerasan bersenjata kembali mengguncang wilayah Puncak, Papua Tengah. Kelompok bersenjata yang…
