Megasura.com – Makassar, Tim Disaster Victim Identification (DVI) gabungan akhirnya berhasil mengungkap identitas salah satu korban perempuan dari kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di wilayah Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Korban yang sebelumnya belum teridentifikasi itu dipastikan adalah Florencia Lolita Wibisono, seorang pramugari berusia 33 tahun yang bertugas dalam penerbangan naas tersebut.
Proses identifikasi dilakukan secara ilmiah oleh tim DVI yang terdiri dari Biddokkes Polda Sulawesi Selatan, Pusdokkes Polri, Pusident Polri, serta pakar forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Pemeriksaan mencakup pencocokan sidik jari, data gigi, properti pribadi, serta ciri medis lain antara data post-mortem dan antemortem yang dimiliki tim.
“Kami menyatakan dengan kepastian tinggi bahwa jenazah dengan post mortem nomor 62B.01 adalah Florencia Lolita Wibisono,” ujar Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Muhammad Haris saat konferensi pers di Posko DVI, Makassar.
Florencia merupakan salah satu kru dalam misi penerbangan pemantauan udara yang lepas landas dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar pada 17 Januari 2026. Saat memasuki wilayah Sulawesi Selatan kontak dengan pesawat hilang dan kemudian ditemukan puing-puing serta jenazah di lereng pegunungan beberapa hari kemudian oleh tim SAR gabungan.
Jenazah Florencia telah diserahkan kepada pihak keluarga di Makassar dan direncanakan akan diterbangkan ke Jakarta untuk proses pemakaman. Suasana haru menyelimuti momen penyerahan, dengan kehadiran keluarga dan rekan yang menyampaikan penghormatan terakhir.
Investigasi lebih lanjut atas penyebab jatuhnya pesawat masih terus dilakukan oleh otoritas terkait untuk memastikan faktor-faktor yang membawa tragedi ini terjadi.





