Megasuara.com – Jakarta, Aksi baku tembak terjadi antara anggota kepolisian dan kelompok yang diduga terlibat pencurian baterai tower BTS di wilayah Tulang Bawang, Lampung. Dalam kejadian tersebut, satu orang pelaku bernama Aria Isnandar meninggal dunia setelah terkena tembakan saat polisi melakukan tindakan tegas.
Mengutip laporan detikSumbagsel, Senin (29/6/2026), Kasatreskrim Polres Tulang Bawang AKP Apfryyadi Pratama menjelaskan bahwa kejadian bermula setelah pihaknya menerima laporan mengenai dugaan pencurian baterai tower BTS di Kampung Mekar Indah Jaya, Kecamatan Banjar Baru, pada Minggu (28/6) sekitar pukul 00.09 WIB.
“Setelah menerima laporan, tim URC Tekab 308 langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan,” ujar Apfryyadi.
Saat petugas tiba di tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan kondisi rak penyimpanan baterai tower sudah mengalami kerusakan. Bagian penyimpanan tersebut terlihat terbuka dan sejumlah pelaku diduga sudah meninggalkan lokasi sebelum petugas datang.
“Ketika anggota sampai di lokasi, rak baterai tower sudah dalam kondisi rusak dan terbuka. Para pelaku juga sudah tidak berada di tempat sehingga kami melakukan penyekatan di beberapa jalur yang diduga menjadi akses pelarian,” kata Apfryyadi.
Dalam proses pencarian, polisi kemudian mencurigai sebuah mobil Toyota Calya berwarna putih yang melintas di sekitar wilayah tersebut. Petugas mencoba menghentikan kendaraan itu, namun pengemudi justru mempercepat laju mobilnya.
“Petugas melihat kendaraan yang mencurigakan dan berusaha melakukan pemeriksaan. Namun, kendaraan tersebut malah melaju kencang sehingga dilakukan pengejaran,” ungkapnya.
Pengejaran berlangsung hingga mendekati Mapolres Tulang Bawang. Saat hendak dihentikan, mobil tersebut diduga melakukan perlawanan dengan menabrak kendaraan patroli milik polisi.
Tidak hanya itu, pengemudi kendaraan juga disebut sempat melepaskan tembakan ke arah anggota kepolisian. Polisi mencatat terdapat tiga kali tembakan yang diarahkan kepada petugas dalam kejadian tersebut.
Pengejaran kemudian berlanjut hingga kawasan Gerbang Tol Menggala. Di lokasi itu, anggota kembali mencoba menghentikan kendaraan para pelaku. Namun, situasi berubah menjadi aksi baku tembak antara polisi dan kelompok pencuri tersebut.
“Anggota sudah memberikan tembakan peringatan agar pelaku menghentikan aksinya. Akan tetapi, pelaku tetap melakukan perlawanan dengan menembakkan senjata ke arah petugas,” jelas Apfryyadi.
Menurut polisi, tindakan lebih lanjut dilakukan karena kondisi saat itu dianggap membahayakan keselamatan anggota di lapangan.
“Karena adanya ancaman terhadap keselamatan petugas, kami mengambil tindakan tegas dan terukur,” tambahnya.
Akibat kejadian tersebut, seorang pelaku bernama Aria Isnandar meninggal dunia setelah terkena tembakan. Sementara itu, enam orang lainnya berhasil diamankan oleh polisi. Mereka terdiri dari Afrizal, Erik Kantona, Ardiansyah, Prastia Isnanda, Muhamad Junardi, dan Trianjunanda Saputra.
Setelah menangkap para pelaku, polisi melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang digunakan. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi pencurian tersebut.
Polisi menyita lima unit baterai tower BTS yang diduga merupakan hasil pencurian. Selain itu, ditemukan juga dua senjata api rakitan dengan jenis revolver dan FN lengkap bersama sejumlah amunisi.
Tidak hanya senjata, petugas juga menemukan dua paket narkotika jenis sabu yang turut diamankan sebagai barang bukti tambahan.
Saat ini, seluruh pelaku yang masih hidup telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan pendalaman terkait jaringan dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam aksi pencurian baterai tower BTS tersebut.




