Megasuara.com – Jakarta, Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman, buru-buru memberikan klarifikasi setelah namanya muncul sebagai hakim dengan jumlah ketidakhadiran terbanyak dalam laporan kinerja hakim sepanjang tahun 2025. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Anwar kepada awak media di Gedung MK, Jakarta, Rabu sore.
Dalam kesempatan tersebut, Anwar menyatakan bahwa informasi absensinya yang ramai dibahas perlu diluruskan, karena menurutnya sejumlah data publikasi tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Ia menyebut tidak pernah “bolos” tanpa alasan yang tepat.
“Saya sama sekali tidak menerima begitu saja laporan itu,” ujarnya sambil menjelaskan bahwa sebagian besar ketidakhadirannya terjadi karena kondisi kesehatan yang serius sejak awal 2025. Ia bahkan menunjukkan kotak berisi obat-obatan harian sebagai bukti bahwa ketidakhadirannya karena keperluan medis.
Menurut catatan yang dirilis Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK), Anwar Usman tercatat banyak tidak hadir dalam sejumlah sidang dan rapat penting sepanjang 2025. Data tersebut menunjukkan bahwa ia tidak hadir dalam puluhan sidang pleno dan panel serta rapat permusyawaratan hakim.
Namun Anwar menegaskan bahwa angka-angka ini tidak menggambarkan alasan di balik absensinya. Ia menyebut beberapa ketidakhadiran disebabkan oleh kondisi kesehatan yang memaksanya menjalani perawatan berkelanjutan — bukan karena disengaja atau tanpa pemberitahuan.
“Saya tidak pernah absen tanpa izin atau tidak memberikan alasan. Saya harap masyarakat memahami konteks di balik angka-angka tersebut,” kata Anwar.
Laporan MKMK yang memaparkan tingkat absensi hakim itu sebelumnya menimbulkan sorotan publik karena menempatkan Anwar di posisi paling sering tidak hadir dibandingkan hakim lainnya. Catatan itu memicu diskusi di kalangan hukum dan media tentang disiplin kerja hakim di lembaga pengawal konstitusi.
Pihak MKMK juga pernah menyebut bahwa surat peringatan diberikan kepada Anwar sebagai bagian dari upaya menjaga etika dan reputasi lembaga, bukan sebagai sanksi tegas.
Menghadapi sorotan ini, Anwar berharap klarifikasi yang ia sampaikan dapat meredam spekulasi yang selama ini beredar. Ia juga menyatakan siap bekerja dengan lebih baik di masa mendatang dan turut berkontribusi menjaga kepercayaan publik terhadap MK sebagai lembaga peradilan tertinggi di bidang konstitusi.





