Kerugian Akibat Banjir, PT KAI Refund Rp3,5 Miliar Pengembalian Tiket - Megasuara.com
Berita  

Kerugian Akibat Banjir, PT KAI Refund Rp3,5 Miliar Pengembalian Tiket

Megasuara.com- Jakarta, Banjir yang melanda lintasan kereta api di Pekalongan, Jawa Tengah berdampak pada operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero). Perusahaan mencatat nilai pengembalian dana tiket penumpang mencapai sekitar Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan selama 15–18 Januari 2026. Gangguan tersebut terjadi di wilayah Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang, yang terdampak genangan air di sejumlah titik jalur rel.

Executive Vice President Sales PT KAI, Ririn Widi Astutik, menjelaskan bahwa nilai tersebut masih bersifat sementara dan hanya mencakup pengembalian tiket penumpang. Sementara itu, perhitungan kerugian lain, termasuk biaya perbaikan sarana prasarana serta pemulihan layanan, masih terus dilakukan.

“Kami memprioritaskan proses pengembalian dana kepada pelanggan sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mempercepat normalisasi perjalanan kereta api,” kata Ririn dalam keterangan resminya di Jakarta.

Gangguan layanan dipicu oleh curah hujan tinggi yang diperparah dengan kondisi pasang air laut, sehingga menyebabkan beberapa jalur rel terendam. Situasi tersebut memaksa KAI membatalkan lebih dari 80 perjalanan kereta api, baik untuk layanan penumpang maupun angkutan barang, serta menimbulkan keterlambatan pada sejumlah perjalanan lainnya.

Berdasarkan catatan internal perusahaan, puluhan ribu tiket telah terjual selama periode terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, ribuan pelanggan memilih mengajukan pengembalian dana karena perjalanan tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal.

KAI memastikan seluruh penumpang yang terdampak berhak memperoleh refund penuh 100 persen. Pengajuan pengembalian dana dapat dilakukan melalui loket stasiun, layanan pelanggan, maupun aplikasi resmi KAI. Manajemen juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna jasa.

Di sisi lain, KAI terus melakukan penanganan teknis di lapangan untuk mempercepat pemulihan jalur rel agar operasional dapat kembali berjalan normal. Koordinasi dengan instansi terkait pun diperkuat sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem lanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *