Megasuara.com – Jakarta, Halmahera Utara kembali dilanda duka setelah aktivitas vulkanik Gunung Dukono meningkat drastis pada Jumat pagi. Letusan besar yang terjadi sekitar pukul 07.41 WIT menewaskan dua pendaki warga negara asing dan memicu proses evakuasi darurat terhadap puluhan pendaki lain yang masih berada di kawasan gunung.
Peristiwa tersebut langsung mengundang perhatian masyarakat karena Gunung Dukono merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia yang hampir setiap tahun menunjukkan aktivitas erupsi. Meski demikian, sejumlah wisatawan dan pendaki tetap mendatangi kawasan itu untuk menikmati panorama alam Halmahera Utara.
Berdasarkan laporan awal dari aparat keamanan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dua korban meninggal diketahui berasal dari Singapura dan China. Hingga Jumat siang, petugas masih melakukan identifikasi lengkap terhadap para korban sambil mengevakuasi pendaki lain yang sempat terjebak akibat hujan abu vulkanik dan kondisi medan yang memburuk.
Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu mengatakan tim gabungan menerima informasi mengenai korban jiwa tidak lama setelah letusan besar terjadi. Aparat kemudian bergerak menuju jalur pendakian bersama petugas SAR dan relawan warga setempat.
Selain korban meninggal, aparat juga menerima laporan mengenai sekitar 20 pendaki yang belum bisa turun dari area gunung sesaat setelah erupsi berlangsung. Tim penyelamat langsung menyisir sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi para pendaki berlindung dari abu vulkanik.
Gunung Dukono sendiri termasuk gunung api aktif yang berada di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Gunung ini memiliki karakter erupsi yang cukup intens dan sering menyemburkan abu vulkanik ke udara. Karena itu, otoritas vulkanologi sebenarnya sudah beberapa kali mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati area kawah dalam radius tertentu.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat kolom abu letusan mencapai sekitar 10 kilometer di atas puncak gunung. Asap tebal berwarna kelabu hingga hitam pekat terlihat mengarah ke utara dan menutupi sebagian wilayah sekitar gunung. Kondisi tersebut membuat jarak pandang pendaki menurun drastis sehingga proses penyelamatan menjadi lebih sulit.
Petugas SAR dari Pos Tobelo langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga dan aparat desa. Kepala Desa Mamuya sebelumnya mengabarkan adanya pendaki yang mengalami luka akibat paparan material vulkanik dan meminta bantuan secepatnya.
Tim penyelamat harus melewati jalur yang cukup berat karena hujan abu membuat medan menjadi licin dan berbahaya. Beberapa titik juga tertutup material vulkanik sehingga kendaraan tidak bisa mencapai lokasi pendakian. Petugas akhirnya melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sambil membawa perlengkapan medis dan evakuasi.
Warga sekitar gunung ikut membantu proses pencarian dengan menunjukkan jalur tercepat menuju titik lokasi para pendaki. Sebagian masyarakat juga membuka pos bantuan sementara untuk menyediakan air bersih dan makanan bagi tim evakuasi.
Di sisi lain, aktivitas wisata dan pendakian di kawasan Gunung Dukono langsung dihentikan sementara. Aparat keamanan memasang pengawasan ketat di sejumlah jalur masuk untuk mencegah masyarakat mendekati zona berbahaya. Pemerintah daerah juga mengimbau warga agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah karena abu vulkanik mulai menyebar ke beberapa desa sekitar.
Erupsi Gunung Dukono kali ini kembali menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap rekomendasi keselamatan dari PVMBG. Dalam beberapa tahun terakhir, masih banyak pendaki yang nekat memasuki kawasan rawan meskipun status aktivitas gunung meningkat.
Sejumlah pengamat kebencanaan menilai pengawasan terhadap jalur pendakian perlu diperketat, terutama bagi wisatawan asing yang belum memahami karakter gunung api aktif di Indonesia. Banyak pendaki hanya berfokus pada pengalaman wisata tanpa memperhatikan risiko erupsi yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Kondisi geografis Indonesia yang berada di jalur cincin api Pasifik memang membuat banyak gunung api aktif tersebar di berbagai wilayah. Aktivitas vulkanik dapat meningkat kapan saja sehingga pemerintah daerah dan masyarakat perlu memperkuat sistem mitigasi bencana.
Selain risiko letusan, abu vulkanik juga berbahaya bagi kesehatan pernapasan. Paparan abu dalam jumlah besar dapat menyebabkan iritasi mata, gangguan pernapasan, dan menurunkan jarak pandang di sekitar lokasi bencana. Karena itu, petugas kesehatan meminta warga mengurangi aktivitas di luar ruangan selama erupsi masih berlangsung.
Hingga Jumat sore, tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap kemungkinan korban lain di area pendakian. Aparat belum menutup kemungkinan adanya pendaki yang belum melapor atau terpisah dari rombongan saat letusan terjadi.
Pemerintah daerah Halmahera Utara juga mulai menyiapkan langkah lanjutan untuk membantu pemulihan kondisi warga terdampak. Sejumlah sekolah di sekitar kawasan gunung dilaporkan memulangkan siswa lebih awal demi menghindari paparan abu vulkanik.
Sementara itu, aktivitas Gunung Dukono masih terus dipantau secara intensif oleh PVMBG. Petugas meminta masyarakat mematuhi seluruh arahan resmi dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa keindahan alam Indonesia selalu berdampingan dengan potensi bencana alam yang besar. Wisata alam dan pendakian tetap memerlukan kewaspadaan tinggi, terutama ketika aktivitas vulkanik menunjukkan peningkatan signifikan.
Pihak keluarga korban dan pemerintah terkait kini menunggu proses identifikasi lebih lanjut sambil berharap seluruh pendaki lain dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Di tengah situasi darurat tersebut, kerja sama antara aparat, tim SAR, warga, dan pemerintah daerah menjadi faktor penting untuk mempercepat proses penyelamatan di kawasan Gunung Dukono.
Rekomendasi untuk kamu

Megasuara.com – Jakarta, Peristiwa kebakaran yang melanda sebuah rumah di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat…

Megasuara.com – Jakarta, Gunungan sampah yang selama ini identik dengan bau menyengat dan lingkungan kumuh…

Berita Terkait Rumah Pejabat BPK Terbakar, Haerul Saleh Tewas Gunung Dukono Erupsi, Pendaki WNA Meninggal…

Megasuara.com – Jakarta, Pemerintah Indonesia terus memperluas jaringan kerja sama pertahanan dengan negara-negara sahabat di…

Megasuara.com – Jakarta, Pemerintah Indonesia mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi ancaman virus Hanta yang belakangan…
