Jembatan CBL Tak Diperbaiki, Warga Bergerak

Jembatan CBL Tak Diperbaiki, Warga Bergerak

Jembatan CBL Tak Diperbaiki, Warga Bergerak

Jembatan CBL Tak Diperbaiki, Warga Bergerak

Megasuara.com – Jakarta, Warga yang tinggal di sekitar Jembatan Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL), Kabupaten Bekasi, akhirnya memilih memperbaiki sendiri jalan yang rusak setelah bertahun-tahun menunggu perbaikan dari pemerintah yang belum juga terlaksana. Melalui semangat gotong royong, mereka mengumpulkan dana secara swadaya untuk melakukan penambalan di sejumlah titik yang dinilai paling membahayakan.

Saat ditemui di lokasi pada Minggu (5/7/2026), salah seorang warga, M. Muslim (48), mengatakan bahwa masyarakat sebenarnya sudah berulang kali menyampaikan usulan perbaikan kepada pemerintah. Namun, hingga kini belum ada penanganan yang menyeluruh sehingga warga memutuskan mengambil langkah sendiri.

“Sekarang ini kami punya inisiatif melakukan pengaspalan secara swadaya. Dana yang terkumpul dari iuran warga dan tim mencapai sekitar Rp 10 juta,” ujar Muslim.

Menurut Muslim, keputusan tersebut diambil karena kondisi jalan semakin membahayakan dan telah memicu berbagai kecelakaan, terutama yang melibatkan pengendara sepeda motor. Ia menjelaskan bahwa bagian paling rawan berada di sambungan antara badan jalan dan jembatan yang mengalami retak cukup parah.

“Kalau bagian yang retak itu kami timbun pakai puing-puing batu. Minimal agar tidak membahayakan pengendara dan mencegah kecelakaan,” katanya.

Muslim menegaskan bahwa penimbunan menggunakan puing batu hanya bersifat sementara. Warga berharap langkah sederhana itu dapat mengurangi risiko kecelakaan sambil menunggu adanya perbaikan permanen dari pemerintah.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Asep (40). Ia mengatakan kerusakan Jembatan CBL semakin mengkhawatirkan karena jalur tersebut menjadi akses utama masyarakat yang setiap hari dilintasi kendaraan dalam jumlah besar.

“Kadang juga warga yang nambal pakai batu. Soalnya kalau hujan itu dalam jalannya,” ujar Asep.

Menurutnya, saat musim hujan kondisi jalan menjadi jauh lebih berbahaya. Lubang-lubang di badan jalan tertutup genangan air sehingga pengendara sering kali tidak menyadari keberadaannya hingga akhirnya mengalami kecelakaan.

Asep juga menceritakan bahwa sekitar dua bulan lalu sempat terjadi kecelakaan ketika seorang pengendara sepeda motor terjatuh ke aliran kali akibat kondisi jalan yang rusak.

“Untungnya korban masih selamat dan cuma luka ringan. Waktu itu juga langsung ditolong warga,” tuturnya.

Ia mengaku warga sempat memiliki harapan besar ketika pemerintah membangun bendungan di sekitar kawasan Jembatan CBL beberapa tahun lalu. Saat itu, masyarakat memperoleh informasi bahwa pembangunan bendungan akan diikuti dengan rehabilitasi jembatan.

“Katanya dulu setelah bendungan selesai, jembatannya juga mau diperbaiki. Tapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” kata Asep.

Karena hingga kini belum ada kepastian mengenai proyek tersebut, Asep berharap pemerintah segera mengambil tindakan nyata agar kondisi jembatan tidak semakin memburuk.

“Kalau bisa cepat diperbaiki. Jangan sampai tunggu warga turun tangan,” ujarnya.

Sebelumnya, kondisi Jembatan Kali Cikarang Bekasi Laut yang menghubungkan Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, dengan Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, memang telah lama menjadi sorotan warga. Infrastruktur tersebut merupakan jalur penting yang menghubungkan masyarakat menuju Stasiun Cikarang, Terminal Cikarang, Sentra Grosir Cikarang (SGC), hingga sejumlah kawasan permukiman.

Pantauan di lokasi memperlihatkan permukaan jalan mengalami kerusakan di banyak titik. Aspal terlihat tidak rata, dipenuhi retakan, kerikil yang berserakan, serta lubang-lubang yang sering tertutup genangan air ketika hujan turun. Tidak hanya pada bagian permukaan, kerusakan juga tampak di struktur bawah jembatan.

Sejumlah besi penyangga terlihat patah dan mulai berkarat. Selain itu, pagar pembatas di beberapa sisi jembatan juga mengalami keropos sehingga menambah kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan para pengguna jalan yang setiap hari melintas.

Jembatan CBL sendiri berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hingga saat ini, belum ada perbaikan menyeluruh yang dilakukan terhadap infrastruktur tersebut meski berbagai keluhan telah disampaikan warga selama bertahun-tahun.

Upaya konfirmasi kepada Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, serta Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, telah dilakukan terkait keluhan masyarakat mengenai kondisi jembatan. Namun, hingga informasi ini dipublikasikan, belum ada tanggapan resmi dari kedua pejabat tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *