Megasuara.com – Halmahera Utara, Tragedi erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali membuka mata publik tentang pentingnya keselamatan dalam aktivitas wisata alam ekstrem. Proses evakuasi yang berlangsung dramatis di tengah hujan abu vulkanik dan medan berbahaya menunjukkan bahwa pendakian gunung aktif tidak bisa dilakukan tanpa kesiapan matang dan kepatuhan terhadap aturan resmi.
Tim SAR gabungan selama beberapa hari terakhir terus melakukan penyisiran terhadap para pendaki yang terdampak erupsi Gunung Dukono. Sejumlah korban berhasil diselamatkan, sementara beberapa lainnya ditemukan meninggal dunia akibat terjebak di kawasan berbahaya saat aktivitas vulkanik meningkat tajam.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu insiden wisata alam paling serius pada tahun ini. Gunung Dukono diketahui mengalami peningkatan aktivitas vulkanik sejak akhir Maret 2026. Pemerintah daerah bahkan telah mengeluarkan larangan pendakian sejak pertengahan April karena status gunung berada pada level waspada. Meski demikian, sejumlah pendaki tetap memasuki kawasan tersebut.
Kepala tim penyelamat di lapangan menyebut proses evakuasi berjalan sangat sulit karena letusan terjadi berulang kali. Abu vulkanik pekat mengurangi jarak pandang dan material panas terus keluar dari kawah utama. Kondisi itu membuat petugas harus menghentikan operasi beberapa kali demi keselamatan personel.
Sebanyak puluhan anggota gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, hingga warga sekitar ikut membantu pencarian korban. Mereka harus berjalan kaki menembus jalur terjal sambil membawa perlengkapan medis dan alat evakuasi. Sebagian korban ditemukan dalam kondisi kelelahan dan mengalami gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.
Insiden tersebut menimbulkan pertanyaan besar mengenai pengawasan wisata pendakian di kawasan rawan bencana. Banyak pihak menilai masih terdapat celah dalam sistem pengendalian aktivitas wisata ekstrem, terutama pada gunung api aktif yang memiliki perubahan kondisi sangat cepat.
Pengamat kebencanaan menilai wisata alam memang menawarkan pengalaman berbeda, namun risiko yang menyertainya tidak boleh dianggap sepele. Pendaki sering kali terlalu fokus mengejar pengalaman atau dokumentasi tanpa memperhatikan peringatan resmi dari otoritas vulkanologi.
Selain faktor alam, dugaan kelalaian dalam aktivitas pendakian juga mulai diselidiki aparat kepolisian. Beberapa laporan menyebut rombongan pendaki diduga masuk melalui jalur yang seharusnya telah ditutup. Pemerintah daerah kini mengevaluasi kemungkinan adanya pelanggaran prosedur dari pihak penyedia jasa wisata maupun pemandu lokal.
Dalam kondisi normal sekalipun, Gunung Dukono termasuk salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Letusan skala kecil dapat terjadi hampir setiap hari. Karena itu, kawasan di sekitar kawah memiliki tingkat risiko tinggi bagi wisatawan yang tidak memahami karakter gunung tersebut.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya juga telah mengingatkan masyarakat agar tidak memasuki radius berbahaya yang direkomendasikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Namun, imbauan tersebut belum sepenuhnya dipatuhi.
Peristiwa di Dukono juga memperlihatkan pentingnya kesiapan darurat dalam aktivitas wisata alam. Penggunaan perangkat pelacak darurat atau GPS terbukti membantu tim penyelamat menemukan lokasi korban lebih cepat. Dalam kejadian ini, operasi SAR bermula setelah Basarnas menerima sinyal SOS dari perangkat Garmin milik pendaki.
Meski teknologi membantu proses pencarian, keselamatan tetap bergantung pada keputusan manusia sebelum melakukan perjalanan. Pendaki perlu memastikan status gunung, kondisi cuaca, jalur evakuasi, hingga kesiapan fisik sebelum memulai aktivitas.
Pakar mitigasi bencana menilai edukasi keselamatan wisata harus diperkuat, terutama bagi wisatawan muda yang mulai tertarik mencoba wisata ekstrem. Banyak pendaki pemula belum memahami cara membaca informasi vulkanologi atau mengenali tanda bahaya di gunung aktif.
Selain itu, operator wisata juga perlu menjalankan standar keamanan lebih ketat. Pemeriksaan izin pendakian, pembatasan jumlah wisatawan, hingga kewajiban penggunaan alat keselamatan dinilai harus diterapkan secara konsisten.
Di sisi lain, masyarakat sekitar gunung ikut menghadapi dampak dari insiden tersebut. Aktivitas ekonomi sempat terganggu karena penutupan jalur wisata dan meningkatnya kewaspadaan bencana. Beberapa warga memilih membatasi aktivitas di sekitar area gunung akibat hujan abu yang terus terjadi.
Pemerintah daerah kini fokus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola wisata pendakian di kawasan rawan bencana. Otoritas setempat berencana memperketat pengawasan pintu masuk jalur pendakian serta meningkatkan koordinasi dengan pos pengamatan gunung api.
Tragedi Dukono sekaligus menjadi pengingat bahwa wisata alam tidak hanya soal menikmati keindahan, tetapi juga menghormati batas keselamatan. Keputusan untuk mengabaikan larangan resmi dapat berujung fatal, tidak hanya bagi wisatawan, tetapi juga bagi tim penyelamat yang harus mempertaruhkan nyawa saat proses evakuasi.
Indonesia memiliki ratusan gunung api aktif yang menjadi daya tarik wisata dunia. Potensi tersebut memang memberi manfaat ekonomi besar bagi masyarakat sekitar. Namun, pengelolaan wisata berbasis mitigasi bencana harus menjadi prioritas utama agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Para pendaki dan wisatawan kini diimbau menjadikan tragedi Dukono sebagai pelajaran penting. Mematuhi aturan, mengikuti informasi resmi, dan mengutamakan keselamatan harus menjadi budaya dalam setiap perjalanan wisata alam.
Sementara itu, operasi pemantauan Gunung Dukono masih terus dilakukan petugas vulkanologi. Warga dan wisatawan diminta tetap waspada terhadap kemungkinan erupsi susulan karena aktivitas gunung masih fluktuatif hingga saat ini.
Rekomendasi untuk kamu

Megasuara.com – Jakarta, Suasana sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi…

Megasuara.com – Bekasi, Bekasi kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah rumah kontrakan di kawasan Tambun…

Megasuara.com – Jakarta, Aktivitas sebuah gedung perkantoran di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, akhirnya memicu…

MEGASUARA.com – Jakarta, Ratusan warga memadati kawasan Istana Merdeka, Minggu pagi (10/05/2026), untuk menyaksikan Serah…

Megasuara.com – Jakarta, Peristiwa kebakaran yang melanda sebuah rumah di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat…
