Keluarga meyakini rangkaian ucapan tersebut memperburuk kondisi psikologis korban hingga menyebabkan trauma berat.
Setelah peristiwa itu, Dokter Icha sempat menjalani perawatan di RS Leona sebelum dirujuk ke Kupang untuk memperoleh penanganan kesehatan jiwa.
Pada 24 Juni 2026, korban menjalani terapi intensif di Klinik Utama Jiwa Dewanta Mental Healthcare Kupang. Tim dokter kemudian mendiagnosis korban mengalami depresi berat tanpa gejala psikotik.
Dua hari berselang, tepat pada 26 Juni 2026, Dokter Icha ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di rumah orang tuanya di kawasan RSS Baumata, Kabupaten Kupang.
Kasus tersebut kini ditangani Polda NTT setelah keluarga melaporkan dugaan intimidasi yang diduga berkaitan dengan kematian korban. Selain itu, penyidik Satreskrim Polres TTU juga telah memeriksa sejumlah saksi yang dianggap mengetahui rangkaian peristiwa sebelum Dokter Icha mengakhiri hidupnya.





